Majalah Indie Lebih Mandiri

        Majalah indie merupakan majalah yang berdiri sendiri dan buka merupakan anak perusahaan besar. Kata indie sendiri berasal dari kata independent. Majalah indie sendiri merupakan media terbitan anak muda zaman sekarang yang jauh dari tertib jurnalistik. Karena memang biasanya majalah-majalah indie ini ditulis dengan bahasa gaul , campuran Inggris-Indonesia. Topik tulisan yang dimuat pun cukup beragam. Semua isinya disajikan dengan gaya terjun bebas.
        Ripple Magazine merupakan salah satu majalah indie yang berdiri pada tahun 1999. Mula-mula hanya berupa katalog produk-produk busana yang dipasang di distro (Distribution Outlet, toko independent yang menjajakan barang-barang indie) 347 , Bandung. Isinya makin segar dengan ulasan mengenai lifestyle, ulasan musik , juga laporan pertunjukan berbagai band indie yang memang sedang booming di Bandung.
Ripple Magazine bukan pemain pertama di ladang media indie. Pada tahun 1999 telah terbit Trolley  yang di pelopori Dewi “Supernova” Lestari yang membidik pasar komunitas anak muda pecinta musik dan seni rupa. Sayangnya, majalah ini menghentikan eksistensinya setelah beberapa kali terbit. Berhentinya Trolley disusul terbitnya majalah-majalah indie yang lain dengan nasib yang serupa.
Dari Yogyakarta, juga muncul Outmagz dan Blank! Yang membidik pasar pecinta desain grafis, musik, seni rupa. Lalu disusul Pause dan Retas Magazine (Bandung) , MTeens Magazine (Medan) dan Sinking (Solo).
Media indie menekankan prinsip dasar Do It Yourself (DIY), dari hulu sampai hilir yang menjadikannya tidak ekonomis. Semuanya dikerjakan sendiri dengan melibatkan jaringan kalangan indie , misalnya iklan dari band indie , dipasarkan di outlet distro juga dipromosikan pada bazaar dan perhelatan kaum indie.
         Majalah indie mengedepankan semangat mendiri. Oleh karena itulah , majalah ini berhasil memikat jiwa-jiwa bebas dan ‘pemberontak’ anak muda. Desainnya yang menarik memiliki daya pemikat tersendiri bagi para kaum muda. Namun yang patut disayangkan adalah harga majalah indie. Dengan ukuran tebal majalah indie yang tipis umumnya harga yang dipatok per eksemplar setara bahkan lebih mahal daripada harga majalah lain (yang sudah berskala nasional) yang memiliki ukuran tebal yang lebih tebal.(sv5,ice, bbs)